Dua Orang KPK Dianiaya, Wadah Pegawai : Lagi-lagi Kami Diteror

By Admin 05 Feb 2019, 05:44:11 WIB HUKUM
Dua Orang KPK Dianiaya, Wadah Pegawai : Lagi-lagi Kami Diteror

Keterangan Gambar : Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada


Potret.co JAKARTA - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengecam keras aksi penganiayaan terhadap dua pegawai KPK yang sedang menjalankan tugasnya, di Jakarta, Sabtu 2 Februari 2019.


"Kami, WP KPK mengecam keras tindakan yang dilakukan orang-orang tersebut," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo dalam keterangan tertulis, Minggu 3 Februari 2019. Yudi menyebut, WP KPK ikut serta mendampingi pelaporan penganiayaan kepada pegawai KPK ke Polda Metro Jaya, Minggu 3 Februari 2019. Pelaporan dilakukan bersama dengan Biro Hukum KPK.


Dia berharap kepolisian bisa memproses laporan mereka sementara pihaknya berfokus pada pemulihan kesehatan korban penganiayaan. "Kami berharap bahwa rekan-rekan kepolisian segera menangkap dan memenjarakan pelakunya. Saat ini kami fokus untuk kesembuhan kawan kami dan mohon doanya seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Wadah pegawai KPK menilai aksi pemukulan tersebut merupakan suatu upaya teror kepada pegawai KPK. "Bagi kami ini lagi-lagi teror terhadap pegawai KPK yang sedang menjalankan tugasnya," tuturnya. Sebelumnya, KPK melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas ke Polda Metro Jaya, Minggu 3 Februari 2019 sore.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, kejadian dugaan penganiayaan terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu 2 Februari 2019 malam.  
Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang indikasi korupsi.

"Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK," kata Febri.

 

SINDOWnews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment