Dituntut Denda Adat Karena Ceraikan Istri, Pria asal Yalimo Gantung Diri

By Admin 23 Jul 2019, 17:04:36 WIB HUKUM
Dituntut Denda Adat Karena Ceraikan Istri, Pria asal Yalimo Gantung Diri

Keterangan Gambar : Goliad Walilo saat ditemukan meninggal di atas pohon setinggi 8 meter di Kampung Apahapsili, Kabupaten Yalimo, Senin. (Humas Polda)


Potret.Co, Yalimo– Gara-gara dituntut denda adat lantaran menceraikan sang istri, Goliad Walilo (35) pria warga Kampung Apahapsili, Kabupaten Yalimo, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon setinggi 8 meter, Senin (22/7) pagi. 

Berdasarkan data yang diperoleh Potret dari Humas Polda Papua, peristiwa ini berawal  dari pertengkaran antara Goliad dengan sang istri, Mariana Walianggen, Sabtu (13/7) sore pukul 14.00 WIT. Puncak pertengkaran itu, Goliad mengusir istri yang telah dinikahinya, serta mengambil barang – barang yang dibelinya. 

Sikap tersebut menyulut emosi keluarga sang istri yang tinggal di perkampungan di Distrik Elelim dengan mengadukan Goliad ke Sekretaris Kampung Apahapsili untuk menuntut pertanggung jawaban, pada Sabtu (18/7). 

Emosi pihak keluarga istri kembali meluap setelah mendapati adanya pengurusan perceraian antara Goliad dan sang istri Mariana. Pihak keluarga pun menuntut denda adat, lantaran Goliad belum membayar mas kawin. 

Berdasarkan hukum adat di Distrik Apahapsili, Goliad bisa menceraikan istri dengan dihukum adat berupa menyerahkan 6 ekor Babi dan uang sebanyak Rp 50 juta. Pasca tuntutan ini, Goliad pun tidak diketahui keberadaannya hingga warga Apahapsili melakukan pencarian pada Senin (22/7).

Dari hasil pencarian, Goliad akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di atas pohon setinggi 8 meter di ujung jalan Kampung Apahapsili, sekitar pukul 11.45 WIT. Pihak keluarga sang istri yang kecewa lantas membakar rumah Goliad.  

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal dalam siaran persnya yang diterima Potret.Co (Selasa (23/7) membenarkan aksi gantung diri pria beristri di perkampungan Apahapsili, Kabupaten Yalimo.  

“Korban ditemukan dalam posisi leher terjerat tali di pohon setinggi 8 meter. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena masalah rumah tangganya,” kata Kamal. 

Kamal menegaskan, kasus ini masih dalam penanganan aparat Polsek Apahapsili dan Polsubsektor Elelim. Ia pun mengimbau kepada  keluarga korban agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum pasca pembakaran rumah tersebut.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kejadian ini yang dapat memperkeruh suasana,” pesan mantan Wakapolresta Depok ini. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment