Dinkes Papua Gandeng Asosiasi Pendeta Tekan Malaria di Kota Jayapura

By Syahriah Amir 02 Des 2020, 18:08:14 WIB KESEHATAN
Dinkes Papua Gandeng Asosiasi Pendeta Tekan Malaria di Kota Jayapura

Keterangan Gambar : Kegiatan bersama API Kota Jayapura Soal Malaria


Jayapura, Potret.co - Untuk menekan angka malaria di Papua khususnya Kota Jayapura, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggandeng Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Jayapura untuk sosialisasi kepada jemaat. Rabu (2/12/2020).

 
Kepala Balai AIDS TB dan Malaria Dinkes Provinsi Papua dr. Berry Watori kepada media ini menyebut, digandengnya para tokoh agama dalam hal ini pendeta adalah terobosan untuk sosialisasi Malaria hingga ke masyarakat pelosok.
 
"Kami menjalin kemitraan dengan Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Jayapura sebagai langkah eliminasi malaria Papua. Malaria ini menjadi musuh bersama, dan menjadi tanggungjawab bersama pula,"kata dr. Berry.
 
Dirinya berharap, dengan digandenganya para pendeta nantinya bisa disampaikan kepada para jemaatnya hingga kekampung-kampung.
 
"Jadi para pendeta kita ini nantinya bisa menyampaikan kepada jemaatnya akan malaria dan bagaimana pencegahan serta pengobatannya. Dengan begitu harapan kita angka malaria kota Jayapura bisa ditekan,"jelasnya.
 
Tak hanya kepada para pendeta, kerjasama pemberantasan Malaria juga akan dilakukan bersama tokoh agama lainnya di Kota Jayapura.
 
Sementara Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Jayapura Pendeta Jerry Rahakbauw, S.Th mengaku penting para pendeta di Papua dan Khususnya di Kota Jayapura untuk memahami soal Malaria.
 
"Karena ada kolerasinya antara tugas dan tanggungjawab pendeta, karena selain rohani pendeta juga memiliki tugas kesehatan fisik para jemaat dan termasuk malaria ini. Jadi ini sangat penting bagi kita,"katanya.
 
Menurutnya, tidak hanya pendeta, selayaknya semua pihak juga turut serta dalam upaya pencegahan pemberantasan Malaria di Kota Jayapura.
 
"Ini sangat perlu untuk kita sama sama berupaya mengurangi penyebaran Malaria di Kota Jayapura, karena dikota ini angka malaria cukup tinggi. Urutan kedua di Indonesia,"jelasnya.
 
Diakuinya, pendeta bisa lebih fleksibel memberikan pemahaman kepada jemaat hingga kekampung-kampung untuk sosialisasi Malari. Pola hidup bersih dan lingkungan yang bersih menjadi modal utama terhindar dari malaria.
 
"Umat kita banyak yang berkonomi menengah kebawah. Komunitas yang kumuh, hutan-hutan dan lainnya mudah menjadi penyebaran Malaria, dan ini juga bisa kita jangkau dalam pelayanan. Kami akan bentuk tim kerja untuk malaria,"pungkasnya. (min)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment