Demokrat: Jokowi Masih Sibuk Resmikan Proyek Era SBY

By Admin 28 Nov 2018, 15:10:51 WIB POLITIK
Demokrat: Jokowi Masih Sibuk Resmikan Proyek Era SBY

Keterangan Gambar : Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10/2017). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.


Potret.co JAKARTA - Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat angkat suara terkait keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar proyek infrastruktur selesai sebelum Pemilihan Presiden 2019 digelar.

Ferdinand Hutahaean balik mempertanyakan, proyek mana yang akan diresmikan Jokowi sebelum Pilpres? "Jokowi masih sibuk meresmikan proyek era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ditinggalkan sesuai  adwal MP3EI yang memang selesai pada era Jokowi," ujar Ferdinand Hutahaean kepada Tribunnews.com, Rabu (28/11/2018).

Karena itu kembali Ferdinand Hutahaean bertanya, yang dimaksud oleh Jokowi infrastruktur yang mana saja? Karena menurut Ferdinand Hutahaean, banyak sekali infrastruktur yang sudah digroundbreaking oleh Jokowi pada awal pemerintahannya namun hingga kini tidak terlihat ujungnya dimana. Pun imbuh dia, tidak juga ada penjelasan dari pemerintah tentang progresnya. Berapa proyek Jokowi yang di-groundbreaking? Berapa yang sudah selesai diujung pemerintahannya? "Ini kan tidak jelas. Jadi pertanyaannya itu, infrastruktur yang mana? Bukalah datanya secara gamblang kepada publik, jangan kebanyakan retorika demi pencitraan politik," tegas Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean menyebut pula Waduk yang sempat diiklankan di Bioskop, semuanya adalah proyek era SBY.

"Begitu juga jalan tol yang di Depok, jalan tol Kertosono, listrik di Aceh dan Kalimantan," jelasnya.

Lebih lanjut Ferdinand Hutahaean menyayangkan sikap Jokowi yang mendorong dikebutnya penyelesaian proyek infrastruktur sebelum Pilpres 2019. "Jelas bahwa Jokowi sedang memperalat jajaran lembaga negara untuk bekerja mat- matian di luar jadwal demi keuntungan politiknya," ucap Ferdinand Hutahaean.

"Ini bisa dikategorikan bentuk penyalah-gunaan jabatan dan wewenang karena proyek itu sudah ada jadwalnya dan penganggarannya sudah diatur sesuai cash flow atau arus uang keluar masuk yang sudah terencana dan terjadwal."

"Tapi demi kepentingan politiknya, Jokowi memaksa merubah semua itu dengan dalih percepatan. Ini akan mengganggu kinerja keuangan proyek," jelasnya. Jokowi Blak-blakan Presiden Jokowi mengakui mengebut pembangunan infrastruktur salah satunya untuk kepentingan Pemilu 2019.

Hal ini disampaikan Jokowi saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Awalnya, Jokowi bicara soal Tol Bakauheni-Palembang. Tol tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2019. Namun, Jokowi meminta agar pengerjaannya dipercepat.

Kepala Negara ingin proyek itu bisa selesai pada April 2019. "Saya sampaikan jangan Mei atau Juni. Saya minta April. Kenapa April, tau kan? Saya minta Bakauheni ke Palembang April selesai, bukan untuk apa-apa. Ini pikirannya pasti beda. Supaya bisa kita pakai untuk Lebaran," kata Jokowi disambut tawa hadirin.

"Tapi juga termasuk untuk pemilu itu juga. Udah kita blak-blakan saja," sambung Jokowi. Pemungutan suara pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 akan digelar pada 17 April. Adapun Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran diperkirakan jatuh pada 4-5 Juni. Selain Tol Bakauheni-Palembang, menurut Jokowi, masih ada sejumlah Infrastruktur lain yang juga akan diresmikan sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

Baca Juga : Perjuangan Banget! Berhari-Hari Mereka Menembus Hutan Demi Imunisasi

Jalan Tol Jakarta-Surabaya akan tersambung pada Desember 2018. Proyek infrastruktur lainnya yang juga akan resmi beroperasi yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Provinsi Sumatera Utara dan Pelabuhan New Makassar.

Selain itu, landas pacu ketiga atau terakhir Bandara Soekarno-Hatta juga akan beroperasi. "Saya enggak tahu, kok semuanya selesai menjelang pemilu, enggak ngerti juga saya," kata Jokowi kembali disambut tawa hadirin.(Tribunnews.com)
 




Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment