Caplok Tandatangan, Pemuda Adat Tambrauw Ancam Polisikan Pelaku
Deadline 4 hari untuk oknum minta maaf dan klarifikasi sebelum dilaporkan

By Admin 07 Apr 2019, 19:44:39 WIB HUKUM
Caplok Tandatangan, Pemuda Adat Tambrauw Ancam Polisikan Pelaku

Keterangan Gambar : Para pemuda adat Tambrauw di Kota Jayapura, saat memberikan keterangan pers mendesak oknum yang caplok tangan segera klarifikasi (foto: Gultom)


Potret. Co Jayapura- Pemuda adat dari Kabupaten Tambrauw yang ada di Kota Studi Jayapura, meminta kepada oknum yang mencapok tandatangan atas nama pemuda adat Kabupaten Tambrauw segera minta maaf sebelum dilaporkan ke pihak berwajib.

Sebelumnya salah satu oknum berani mewakili salah satu wilayah adat Bomberai dan Domberai pada kegiatan Kongres Pemuda Adat I di Hotel Grand Talent, Sabtu (6/4) lalu.

Pelaku ditengarai melakukan pemalsuan tandatangan tanpa adanya koordinasi dan komunikasi. Parahnya lagi yang menandatangani surat peryataan tersebut bukanlah pemuda adat asli dari Kabupaten Tambrauw.

Perwakilan Pemuda Adat Suku Miyah Kabupaten Tambrauw, Agustinus. M Tawer, mengatakan, pihaknya dari pemuda adat Kabupaten Tambrauw tidak pernah menandatangani surat peryataan, terkait perwakilan dari Pemuda Adat dari Kabupaten Tambrauw, untuk mewakili wilayah adat Domberai dan Bomberai dalam Kongres Pemuda Adat Papua.

“Kami meminta dengan tegas, kepada pihak-pihak yang mendatangani atas nama pemuda adat Tambrauw, segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada kami,” tegasnya kepada wartawan di Asrama Mahasiswa Tambrauw di Kota Jayapura, Minggu (7/4/ 2019) sore.

Persoalan ini, kata Agustinus telah merusak nama baik dan mencoreng harga diri masyarakat adat, khususnya pemuda adat Kabupaten Tambrauw yang ada di Papua.

“Kami kasih batas waktu sampai hari Rabu (10/4). Kalau tidak segera minta maaf dan klarifikasi, maka kita akan menindaklanjuti ke pihak keamanan dan kita akan proses hukum,”katanya.

Senada dengan itu, Pemuda Adat dari Suku Mpur wilayah Lembah Kebar Kabupaten Tambrauw di Jayapura, Samuel Narai, mendesak kepada oknum yang menandatangani surat peryataan atas nama pemuda adat Kabupaten Tambrauw agar segera dicabut kembali.

“Tandatangan yang ada di dalam surat pernyataan yang dilengkapi dengan materai itu tidak sah, karena yang bersangkutan bukan pemuda adat asli dari Kabupaten Tambrauw,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Pemuda Adat dari Suku Mpur Wilayah Pesisir Pantai Kabupaten Tambrauw, mengatakan bahwa tandatangan yang dilakukan oleh oknum tersebut adalah sepihak dan penuh kepentingan, karena tidak pernah melibatkan pemuda adat Kabupaten Tambrauw yang kuliah di Kota Jayapura.

“Kami rasa tidak dihormati dan merusak harga diri kami, sehingga kami tegaskan agar tandatangan dengan materai segera dicabut kembali oleh oknum yang bersangkutan,” tegasnya (vito)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden dan Wakil Presiden Favorit Anda ?
  Jokowi-Ma'ruf
  Prabowo-Sandiaga

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video