Bukan Tilang, Operasi Matoa Utamakan Teguran Sosialisasi Berlalu Lintas

By Admin 06 Mei 2019, 19:28:47 WIB HUKUM
Bukan Tilang, Operasi Matoa Utamakan Teguran Sosialisasi Berlalu Lintas

Keterangan Gambar : Kasatlantas Polres Jayapura, AKP Dony Cancero,S.IK saat memberikan teguran disaat hunting operasi Matoa Keselamatan di Kampung Harapan distrik Sentani Timur. (Istimewa)


Potret.Co, Sentani - Operasi Kepolisian dengan sandi Matoa Keselamatan tahun 2019 Polda Papua yang telah digelar dari mulai tanggal 29 April – 12 Mei 2019 tidak mengedepankan penindakan tilang tetapi lebih kepada teguran sekaligus sosialisasi berlalu lintas. 

Hal itu sebagaimana intruksi dari Kakorlantas yang diterima seluruh bagian lalu lintas Polres di Indonesia termasuk di Jajaran Polda Papua.

“Memang pada Operasi Matoa tidak kedepankan penindakan tilang namun yang diprioritaskan lebih mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas di Jalan raya,” kata Kasatlantas Polres Jayapura, AKP Dony Cancero, S.IK kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin tanggal 6 April 2019.

Ia menuturkan pelanggaran lalu lintas di Jalan raya, tak selalu mendahulukan tilang, namun bisa dengan cara teguran. Meskipun begitu, pihaknya juga bisa melakukan penindakan tilang asalkan terlihat pelanggaran –pelanggaran yang berpotensi kecelakaan.

Kasatlantas mengungkapkan, dihari ketiga operasi Matoa, pihaknya terpaksa melakukan penindakan tilang terhadap tiga sepeda motor. Ketiga sepeda motor itu ditilang karena pengemudinya berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti, kebut-kebutan saat tengah malam padahal operasi Matoa keselamatan sedang digelar ,” ungkapnya.

Pada operasi Matoa itu, Lanjutnya, ada tujuh sasaran utama adalah,pelanggaran yang sering dilakukan masyarakat atau pengendara. Tujuh pelanggaran itu antara lain, melawan arus, tidak memakai helm, tidak dilengkapi surat-surat.

“Sasarannya lebih kepada manusia yang tidak memakai helm dan surat-surat sekaligus benda atau kendaraannya,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga telah membuat lokasi kerawanan yang sering terjadi pelanggaran diwilayah hukum Sentani contohnya, dihari kedua kami melakukan peneguran diwilayah hukum Sentani Timur mengingat wilayah rawan kecelakaan dan pelanggaran sebab beberapa kali sering terjadi kecelakaan.

Kasatlantas menambahkan, selama melaksanakan operasi Matoa, pihaknya telah memberikan teguran sebanyak 23 kepada pengendara yang dinilai melakukan pelanggaran. 

“Teguran sebagai cara agar pengendara lebih berhati-hati dan tidak melakukan pelanggaran kembali namun bila masih tetap maka akan dilakukan upaya tilang ketika hunting pada operasi Matoa keselamatan,” tambahnya.(vito)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment