BI Papua : Relaksasi Kebijakan Memberikan Ruang Pemulihan Ekonomi

By Admin 22 Sep 2020, 19:58:05 WIB EKONOMI
BI Papua : Relaksasi Kebijakan Memberikan Ruang Pemulihan Ekonomi

Keterangan Gambar : Grafik mobilitas pergerakan masyarakat triwulan II tahun 2020.


Jayapura, Potret.co – Relaksasi kebijakan dalam pembatasan aktivitas memberikan dampak positif terhadap kegiatan perdagangan di Provinsi Papua.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga menyebut, berdasarkan survey penjualan eceran (SPE), penjualan pada Juli lalu meningkat hingga 31,47 persen dibandingkan rata-rata penjualan pada triwulan II tahun 2020.

“Namun, penjualan pada bulan Juli belum pulih sepenuhnya pada level sebelum penyebaran Covid-19,” kata Naek dalam kegiatan Forum Perekonomian Daerah yang digelar secara virtual, Selasa (22/9/2020).

Relaksasi kebijakan pembatasan aktivitas oleh Pemerintah daerah antara lain relaksasi pembatasan jam operasional bagi pelaku usaha, pembukaan akses transportasi angkutan udara dan laut serta penanganan pasien terdampak Covid-19 beserta contact tracing.

Naek mengatakan, data mobilitas pergerakan masyarakat yang dirilis oleh Google menunjukkan penurunan signifikan pada kategori pusat perdagangan dan rekreasi serta pusat belanja bahan makanan dan farmasi sepanjang triwulan II tahun 2020.

Meski demikian, lanjut Naek, relaksasi pembatasan aktivitas memberikan peningkatan pada mobilitas masyarakat sepanjang triwulan III tahun 2020.

“Relaksasi pada pembatasan transportasi angkutan udara dan angkutan laut, memberikan peningkatan mobilitas masyarakat pada sarana transportasi umum,” ucapnya.

Sementara itu, pada triwulan II tahun 2020, perekonomian Papua mengalami pertumbuhan 4,52 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,48 persen.

“Tetapi, pertumbuhan lapangan usaha (LU) nonpertambangan mengalami kontraksi minus 4,50 persen. penurunan sektor nonpertambangan dipengaruhi oleh penurunan kinerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran yang mengalami kontraksi minus 5,82 persen secara year on year, transportasi dan perdagangan sebesar minus 49,90 persen,” jelas Naek. (Syahriah)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video