Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, PPPA Gandeng Adat

By Admin 12 Agu 2019, 11:48:41 WIB PENDIDIKAN
Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, PPPA Gandeng Adat

Keterangan Gambar : Mentri PPPA, Yohana Yembise


Potret.co, Jayapura - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana  Yembise menyebut, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua masih sangat tinggi.

Meski tidak menyebut itung-itungan, Mentri yang juga asli Orang Papua ini mengaku data-data serta laporan baik dari lembaga pemerintah maupun LSM termasuk jajarannya menujuk tingginya angka kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak. 

 

Kekerasan yang dimaksud meliputi kekerasan fisik, psikis, emosional dan seksual.

"Papua masih sangat tinggi. Jadi saya sampaikan kepada bapak-bapak janhan main pukul. Karena sekrang ada undang -undangnya, ada sanksi hukumnya,"kata Yembise, saat menghadiri Hari Pribumi Internasional, di Aula Balai Diklat Provinsi Papua, Jumat (10/8/2019).

Diakuinya, dengan kondisi itu, berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan pihaknya dan lembaga terkait. Kekerasan dalam rumah tangga tidak dibenarkan, pun juga dalam pandangan agama. Yohana juga menyebut, meski masih sangat tinggi, namun secara keseluruhan mulai berkurang. Tingginya angka kasus, menunjukkan aktifnya warga melapor.

"Masyarakat sudah mulai berani melapor dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya masyarakat belum mau melapor karena itu dirasa aib keluarga, memalukan nama keluarga sehingga tidak mau melapor sehingga kelihatannya datanya kurang,"katanya.

"Tapi kalo kita lihat sekarang ini data semakin naik karena masyarakat sudah mulai melaporkan. Dan asumsi saya semakin banyak masyarakat melaporkan maka semakin membuat masyarakat itu sadar untuk menurunkan angka kekerasan tersebut," jelasnya.

Pihaknya juga melakukan pendekatan terhadap pihak Dewan Adat Papua. Harapannya, sosialisasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terus digaungkan juga lewat adat.

"Pada tahun terakhir ini 2016 saya mengambil inisiatif mendekati dewan adat Papua untuk bisa membantu kami Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melihat isu-isu perempuan dan anak. Karena isu ini sangat erat dengan adat istiadat dan tradisi, termasuk di Papua,"jelasnya.

Erat kaitannya adat dan isu tersebut, dikatakan Yohana atas tatanan kehidupan masyarakat Indonesia termasuk Papua dari lingkungan tradisi dan adat. Sehingga pihak adat sangat memiliki peran penting pada pembentukan karakter, termasuk isu perempuan dan anak. Papua akan menjadi pilot project upaya penanganan isu perempuan dan anak. Kemudian akan bergeser ke Nusa Tenggara Timur dan wilayah timur lain.

"Kami rasa ini sangat penting sekali, karena program prioritas kami di kementrian adalah mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mengakhiri perdagangan manusia, dimana perempuan dan anak menjadi korban dan mengakhiri kesenjangan ekonomi dan diskriminasi lainya terhadap kaum perempuan. Itu tiga program prioritas kami dan saya meminta dukungan dari dewan adat yang ada di tanah Papua untuk bisa mendukung kami," ucapnya.(Surya/min).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment