Tak Bayar Pajak Online, Pemkab Ancam Cabut Izin Usaha

By Admin 14 Agu 2019, 12:38:59 WIB DAERAH
Tak Bayar Pajak Online, Pemkab Ancam Cabut Izin Usaha

Keterangan Gambar : Kepala badan pengelola pendapatan daerah,( Bappenda)Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegai ketika mensosialisasikan pemungutan dan pembayaran pajak dan retribusi secara sistem online.


Potret.Co, Sentani - Pemungutan dan pembayaran pajak dan retribusi secara sistem online akan mulai diberlakukan pada akhir bulan Agustus tahun ini bagi pengusaha restoran,  rumah makan dan hiburan di Kota Sentani. Bila tidak mengindahkannya, maka izin usahanya akan dicabut. 

Hal itu ditegaskan, Kepala badan pengelola pendapatan daerah (Bappenda)Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegai kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi peraturan Bupati Jayapura nomor 26 tahun 2019 tentang pemungutan dan pembayaran pajak dan retribusi secara sistem online diaula lantai dua Kantor Bupati Jayapura, selasa (13/8/2019) siang.

Ia menjelaskan, sebelum tindakan pencabutan usaha izin usaha, maka lebih dulu diberikan teguran secara tertulis dan bila tetap tidak mengindahkan juga maka pihaknya akan memasang diarea usahanya plangkat tertulis, usahanya dalam pengawasan Bappenda Kabupaten Jayapura  karena belum melunasinya pajaknya dan bila masih membandel maka langkah terakhir, surat izin usahanya dicabut.

“Makanya, bila kita sudah komitmen, maka dilapangan sudah tidak ada masalah sehingga bagi pengusaha restoran,rumah makan dan hiburan malam agar bisa mematuhinya. Dealine waktu sesuai dengan rekomendasi KPK sehingga pemberlakuannya akan dilakukan pada akhir agustus tahun ini,” jelasnya.

Untuk alatnya onlinenya akan dipasang secepatnya dan itu akan dipasang dimasing-masing usaha restoran, rumah makan dan hiburan malam dan itu akan melibatkan pihak bank Papua dan alat itu gratis . Tujuannya memudahkannya, para pengusaha membayar pajaknya secara online dan tak lagi harus datang ke Kantor Bappenda Kabupaten Jayapura.

Sementara itu salah satu, pengusaha rumah makan Ora Laut, Ismail Kasim mengatakan, setuju dengan penerapan pembayaran pajak secara online. Apalagi sistem ini akan lebih tertib adminitrasi sekaligus transparansi. Yang paling penting pajak yang kami bayar jelas arahnya kemana.

“Jangan  lagi hal-hal lain terjadi seperti, bocornya pajak atau yang tidak sampai. Ini merupakan yang terbaik bagi pengusaha seperti kami ini,” katanya.(vito)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment