Stabilkan Harga, Pemprov Papua Datangkan Satu Kontainer Telur Ayam

By Admin 21 Mei 2020, 05:11:42 WIB EKONOMI
Stabilkan Harga, Pemprov Papua Datangkan Satu Kontainer Telur Ayam

Keterangan Gambar : Pedagang telur ayam saat melayani pembeli. (Foto : Ramah)


Jayapura, Potret.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Disperindagkopnaker) Provinsi Papua mendatangkan satu kontainer (10 ton) telur ayam dari Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Satu kontainer telur ayam tersebut tiba Kamis 21 Mei 2020 di Jayapura menggunakan kapal milik Pelni KM Gunung Dempo.

Kepala Disperindagkopnaker Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay mengatakan, langkah tersebut dilakukan Pemprov Papua untuk menstabilkan harga telur di pasaran terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

“Rencananya tiga kontainer, tetapi menjelang Idul Fitri ini kita datangkan satu kontainer dulu dengan maksud untuk menekan harga. Kita sudah hitung dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua bahwa harga telur yang wajar dengan keuntungan yang normal Rp54.000 per rak (isi 30 butir),” kata Laduani.

Ia mengungkapkan bahwa telur satu kontainer tersebut akan dilepas di pasaran dengan harga Rp54.000 per rak, di bawah harga pasar yang saat ini mencapai Rp58.000 hingga Rp65.000 per rak.

Wakil Ketua TPID Provinsi Papua yang juga Kepala Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, telur satu kontainer yang didatangkan tersebut adalah upaya TPID bersama Pemprov Papua menstabilkan harga komoditas pokok terlebih menjelang Idul Fitri.

Naek menyebutkan, inflasi Papua yang terjadi pada April lalu sebesar 0,45 persen disebabkan naiknya harga komoditas pokok seperti telur ayam, bawang merah, cabai merah dan cabai keriting.

“Dengan demikian kebutuhan masyarakat menyambut Idul Fitri dan stabilisasi harga bisa dipenuhi dengan didatangkannya telur ayam dari Jatim,” kata Naek, Rabu (20/5/2020). (Syahriah)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment