Program Dokter Terapung Hadir di Danau Sentani, 1.075 Warga Terobat

By Admin 15 Agu 2019, 17:08:56 WIB DAERAH
Program Dokter Terapung Hadir di Danau Sentani, 1.075 Warga Terobat

Potret.co, Jayapura – Direktorat Polisi Perairan Polda Papua bersama organisasi Doctor Share menghadirkan Program Dokter Terapung bagi warga yang bermukim di seputaran Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Ini merupakan program unggulan, yang mana pelayanan kesehatan gratis diberikan secara rutin selama enam bulan terakhir. Sebanyak 1.075 warga tertolong dengan program ini.  

Potret.co dalam kesempatan ini melihat langsung bagaimana perjuangan tim Doctor Share bersama anggota Polair serta Polwan jajaran Polda Papua memberikan pengobatan bagi warga di Kampung Hobong, pinggiran danau Sentani. Warga di kampung ini berjumlah 903 jiwa atau 208 kepala keluarga (KK). 

Koordinator Operasional Doctor Share Provinsi Papua,  dr Marselina Mieke di sela memberikan pengobatan, mengatakan jika program ini telah berjalan sejak Maret 2019. Pelayanan kesehatan apung ini dilaksanakan secara bergilir dari kampung ke kampung yang ada di 4 distrik di Kabupaten Jayapura. Total 25 kampung telah disambangi Dokter Apung.

“Yang kami lakukan kebanyakan jemput bola atau keliling dari kampung ke kampung pada hari Selasa dan Kamis. Sementara pada Senin,  Rabu dan Jumat,  pelayanan kesehatan berpusat di Markas Polair Polda Papua, ” kata dr Marselina di sela-sela melayani masyarakat Kampung Hobong, Distrik Sentani Kota, Selasa (13/8/2019).

Marselina mengaku dalam enam bulan ini banyak menemukan pasien terkena penyakit malaria,  gatal-gatal pada kulit, diare dan infeksi saluran pernapasan. Itu semua adalah penyakit yang umum Tim Doctor Share temukan. Selebihnya, kaum ibu (mama-mama) kebanyakan mengeluh sakit tulang belakangnya.

Selama 5 tahun ke depan, pelayanan kesehatan apung ini akan terus berjalan. Total 13 hingga 15 dokter terlibat dalam program ini. Tiga dokter diantaranya menetap di Markas Unit Polair Danau Sentani.

“Tiga orang ini selalu ada di Markas Unit Polair Danau Sentani untuk melayani masyarakat setiap saat selama 24 jam. Sementara 5 sampai 10 dokter akan membantu ketika ada kegiatan,” tutur dr Marselina.

Direktur Polair Polda Papua, Komisaris Besar Yulius Bambang Karyanto mengatakan, pelayanan kesehatan apung di Danau Sentani terlaksana sejak Maret 2019 hingga kini. Disamping pelayanan kesehatan, anggota yang bertugas di Markas Polair Polda Papua juga melakukan penegakan hukum.

“Total ada 8 anggota Polda Papua yang selalu setia melayani masyarkat di Markas Unit Polair Danau Sentani. Mereka bertugas secara sukarela bersama tim dokter Doctor Share untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga,” terangnya.

Program Dokter Apung bertujuan untuk membantu warga di daerah pesisir Papua untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. “Saya selalu tekankan kepada anggota di sana bahwa kalau mencari surgawi ya di sini tempatnya,” ujar Kombes Bambang.


Kepala Kampung Hobong Syors Y Sokoy mengapresiasi kehadiran Polda Papua dan Doctor Share yang telah melayani kesehatan secara rutin di wilayah Danau Sentani.  Dia menyebut 280 Kepala Keluarga (KK) dengan total 903 jiwa di Kampung Hobong telah mendapatkan manfaat pelayanan Dokter Apung.

“Selama ini kami kekurangan pelayanan kesehatan, apalagi saat warga di kampung ini sakit, kami harus mengeluarkan biaya untuk mengantarkan warga untuk berobat di Jayapura,” ungkap Syors.

Sepanjang pelayanan kesehatan terapung di Kampung Hobong menerjunkan tiga dokter umum. Selain memberikan pelayanan kesehatan, mereka juga mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat bagi para siswa, contohnya mencuci tangan dan gosok gigi.

Joyce Monim (24), salah satu warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan mengaku sangat terbantu  dengan kehadiran program Dokter Apung di kawasan Danau Sentani. Joyce merasa bisa menghemat biaya untuk membawa keluarganya yang tengah sakit ke Jayapura.

“Dari kampung kami harus menempuh perjalanan 10 menit menggunakan perahu ke Jayapura, belum lagi melanjutkan perjalanan ke rumah sakit atau puskesmas menggunakan angkutan umum. Paling tidak ratusan ribu rupiah kami keluarkan untuk transportasi,” kata ibu dari dia orang anak tersebut. (PT




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment