Peradi Siap Bantu Warga Gugat PLN

By Admin 09 Jul 2019, 20:25:26 WIB DAERAH
Peradi Siap Bantu Warga Gugat PLN

Keterangan Gambar : Ketua Peradi Papua, Anton Raharusun (foto: Mas)


Potret. Co, Jayapura– Pusat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Provinsi Papua siap mengadvokasi masyarakat Jayapura yang menjadi korban pemadaman listrik untuk menggugat PT. PLN Persero secara perdata. 

Ketua Peradi Papua, Anton Raharusun saat ditemui Potret. Co di Mapolda Papua, Selasa (9/7) menyebut tindakan pemadam listrik secara terus menerus oleh PLN di Jayapura telah menyebabkan masyarakat mengalami kerugiaan yang besar. 

Selain membengkaknya tagihan listrik, masyarakat turut dirugikan akibat rusaknya peralatan elektronik. 

 “Masyarakat sebagai konsumen atau pengguna jasa listrik mengalami kerugian secara terus menerus, sedangkan PLN mengalami keuntungan. Jadi kalau PLN menyebut rugi itu omong kosong,” kata Anton. 
 
Ia pun mengkawatirkan kondisi ini memberikan peluang terjadinya tindak pidana korupsi dalam internal PLN. 

“Saya khawatir banyak terjadi di PLN. Oleh karena itu, alasan klise bahwa pemadaman membuat PLN rugi, tidak boleh ada lagi di tanah Papua,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa bantuan hukum yang diberikan Peradi Papua bagi masyarakat untuk menggugat PLN akan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. 

“Sejauh ini belum ada pengaduan resmi, maka itu kami membuka diri untuk memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh PLN, kami akan membantu secara cuma-cuma menggugat PLN secara Perdata,” kata Anton.
 
Sebelum menutup wawancara, Anton meminta kepada Pemerintah Daerah harus melakukan pembenahan terhadap PLN. Ia mengajak masyarakat agar mendatangi pusat bantuan hukum Peradi terdekat untuk mengadukan pemadaman listrik oleh PLN. 

“Kalau menagemennya seperti ini, maka saya pikir sudah saatnya PLN dibubarkan dan diganti dengan swasta,” tandas Anton. 

Sementara itu, Juru bicara PT PLN (Persero)  Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Septian saat dikonfirmasi menyebut pihaknya terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergilir di Kota Jayapura hingga Sentani karena masalah defisit 8 hingga 19 MW.  

"Kami menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jayapura dan Sentani karena terjadi gangguan pada PLTMG Holtekamp. Kami akan berupaya memperbaiki mesin yang mengalami gangguan dalam waktu satu minggu," tutur Septian.

Menurut Septian, terjadinya defisit 8 hingga 19 Megawatt, karena kerusakan salah satu pembangkit listrik.  Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) di wilayah Holtekamp,  Kota Jayapura yang berkapasitas 50 Megawatt (MW) mengalami kerusakan pada bagian suplai bahan bakar.  

Dari enam mesin PLTMG Holtekamp,  hanya empat yang dapat berfungsi. Sementara dua mesin mengalami kerusakan. 

"Beban puncak penggunaan listrik di Jayapura hingga Sentani pada malam mencapai 77 MW.  Sementara kapasitas daya mesin pembangkit listrik tenaga uap dan PLTMG yang tersisa hanya mencapai 64 MW," terang Septian. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment