Pengungsi Nduga Memprihatinkan, 200 Anak Akan Ujian

By Admin 15 Mar 2019, 08:33:53 WIB PENDIDIKAN
Pengungsi Nduga Memprihatinkan,  200 Anak  Akan Ujian

Keterangan Gambar : Mama Raga Kogoya Aktivis Perempuan Papua


JAYAPURA - Sekitar 200 anak pengungsi dari Kabupaten Nduga yang berada di Distrik Napua Wamena Jayawijaya diketahui akan menjadi peserta Ujian Nasional. Jumat (15/3/2019).

Jumlah tersebut seperti dipaparkan aktivis perempuan Papua mama Raga Kogoya kepada awak media di Abepura Jayapura. Perempuan yang menggeluti hal kemanusiaan ini mendata ratusan anak tersebut yang terdiri dari siswa sekolah SD,  SMP dan SMA yang mengungsi akibat situasi memanas di Kabupaten Nduga atas pengajaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh TNI dan Polri.

"Sudah hampir 4 bulan mereka disana (Distrik Napua,Red), di sekolah darurat yang didirikan relawan dihalaman gereja,"kata Raga. 

Kondisi ratusan anak tersebut dinilai kurang baik, dengan minimnya berbagai kebutuhan makanan dan keperluan sekolah.

"Makanan itu mereka kami siapkan betatas dan alakadarnya, karena mereka ini tidak mau makanan yang dari bantuan pemerintah, katanya mereka (pemerintah) akan membunuh mereka. Mereka hanya mau makan yang dari gereja, sehingga kami cari makanan seadanya,"ucapnya. 

Sementara kebutuhan pendidikan ratusan anak-anak pengungsi tersebut juga memprihatinkan. 

"Kalau seragam mereka sudah tidak ada, dan peralatan sekolah juga tidak ada, karena rumah-rumah mereka sudah dibakar. Jadi mereka datang dengan pakaian yang ada dibadan. Kami juga khawatir mereka tidak bisa mempersiapkan ujian dengan baik,"ucapnya 

Sehingga pihaknya menghimbau bantuan untuk anak-anak pengungsian. Raga menyebut saat ini bantuan tersebut sangat diperlukan, dan untuk bisa diterima akan disalurkannya melalui gereja.

"Pakaian layak pakai, makanan, peralatan sekolah dan keperluan anak-anak yang perempuan itu kami perlu. Tetap akan lewat gereja, karena kondisi mereka seperti itu,"katanya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment