Lestarikan Budaya Ondofolo Ifar Besar dihadiahi Seekor Buaya

By Admin 12 Jun 2019, 20:11:41 WIB DAERAH
Lestarikan Budaya Ondofolo Ifar Besar dihadiahi Seekor Buaya

Keterangan Gambar : Masyarakat tiga kampung saat menyerahkan satu ekor buaya hidup kepada Ondofolo Ifar Besar, William Holelo Yoku dalam tradisi adat.


Potret.Co, Sentani- Puluhan masyarakat asli Sentani yang terdiri dari tiga kampung yakni, Simporo, Babrongko dan Yoboi menyerahkan satu ekor buaya hidup kepada Ondofolo Ifar Besar, William Holelo Yoku. Buaya itu bisa dimanfaatkan bagi masyarakat Ifar Besar nantinya.

Dari pantuan dilokasi, tampak puluhan masyarakat dengan menggunakan speedboat membawa buaya hidup yang sudah dalam keadaan terikat guna diantarkan kepada masyarakat Ifar Besar sambil menari (Isolo) khas suku mereka di Kampung Tua, Distrik Sentani, Kota Sentani.

Keceriaan masyarakat terpancar ketika masyarakat menari-nari sambil mengantar buaya tersebut guna diserahkan kepada Ondofolo Ifar Besar dan disaksikan masyarakat sekitar Danau Sentani.     

Menurut Roh Hebay Ramses Wally mengatakan, Penyerahan buaya ini kepada masyarakat Ifar Besar dan diterima Ondofolo Ifar Besar sebagai bentuk kebesaran guna mengingat tradisi sejarah yang telah dibuat nenek moyang kami yakni, Roh Hebat sejak dulu.

“Jadi, ini semacam ungkapan syukur yang diberikan masyarakat kepada Ondofolo mengingat Ondofolo itu dulunya masih satu rumpun besar dengan kami sehingga guna memperingatinya itulah kami melakukan hal yang saat ini,” katanya, Rabu (12/6/2019).

Ramses yang juga menjabat sebagai Ondofolo Babrongko mengungkapkan, ini hanya sebatas memperingati tradisi sejarah turun menurun dari nenek moyang.

“Peristiwa seperti ini bukan kali ini saja sebab jika ada kematian tentunya kami juga akan merayakannya  bersama masyarakat lainnya sambil membawa makanan dan menari,” ujarnya.

Sementara itu,  Ondofolo Ifar Besar William Holelo Yoku mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh tiga masyarakat.

“Tradisi seperti ini sudah dilakukan semenjak dimasa almarhum ayah saya namun tradisi ini kembali dilakukan. Buaya ini akan diserahkan kepada pengurus adat guna mengatur buaya itu digunakan untuk apa sebab itu sudah terbagi-bagi didalam adat,” katanya.

Harapannya di Kampung ini terjadi perubahan total baik dalam bentuk pembangunan yang saat ini sudah berjalan baik kedepan,” harapnya.(vito)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment