Legalitas Pemuda Adat Papua Sah, Rakernas Segera Dilaksanakan

By Admin 13 Sep 2019, 16:30:21 WIB DAERAH
Legalitas Pemuda Adat Papua Sah, Rakernas Segera Dilaksanakan

Potret.co, Jayapura - Legalitas organisasi Pemuda Adat Papua (PAP) semakin jelas setelah Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Lenis Kogoya menandatangani Surat Keputusan yang dikeluarkannya untuk selanjutnya diregister di Kementerian Sekretariat Negara RI di Jakarta, beberapa hari lalu.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pengurus Nasional Pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo saat ditemui Potret.co di Kota Jayapura, Jumat (12/9).

"Pemuda Adat Papua sudah sah secara hukum. Semya surat termasuk SK dari Kesbangpol, AD ART organisasi sudah kami serahkan, dan sudah diregister di Sekretariat Jakarta oleh Ketua LMA Lennis Kogoya," jelas Christian Arebo yang didampingi oleh Ketua DPC PAP Keerom, Laurens Borotian.

Dalam waktu dekat, PAP akan melaksanakan rapat kerja nasional untuk merumuskan program kerja 2019 sampai 2022 mendatang. Ini sebagai langkah serius organ kepenguruaan dalam mengkonsolidasikan pemuda adat di 29 kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih.

Arebo menegaskan, apabila ada oknum di daerah yang mencatut nama PAP demi kepentingan pribadinya, maka itu dianggap illegal, dan akan ditindak tegas.

"Pengurus cabang harus mengantongi mandat dari saya. Apabila tidak, maka itu illegal. Saya harap tidak ada terjadi praktek demikian," jelasnya seraya mengajak para generasi muda Papua untuk berkarya demi memajukan berbagai aspek di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Marianus Komanik menambahkan, lahirnya organisasi ini tak lain dari keprihatinan pihaknya melihat pergeseran nilai dalam kehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat adat.

Apalagi, diperparah dengan banyaknya kelompok atau organisasi yang selama ini mengangkat isu adat, namun tidak menjawab persoalan yang nyata. Misalnya, bahasa ibu yang terancam punah, tanah adat yang terus bermasalah, serta masalah lainnya. 

"Kita berharap lebih banyak lagi generasi muda terlibat dalam memproteksi segala permasalahan terkait adat ini. Sebab, merekalah yang kita harapkan menjadi agen perubahan bagi kemajuan Papua di hari esok," tukasnya.

Sementara itun, Dewan Pendiri PAP, Nattan Ansanay, SE, MSi bersyukur atas upaya Pengurus Pusat PAP untuk memperjuangkan keabsahan organisasinya.

"Kami ingin organisasi ini menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda di tujuh wilayah adat di Papua," ucapnya seraya mengajak seluruh pemuda adat Papua bergabung untuk sama-sama berkarya demi kemajuan tanah Papua.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Lenis Kogoya yang juga sebagai staf ahli presiden RI Joko Widodo, mengukuhkan kepengurusan organisasi PAP ini untuk periode 2019-2022 di Kota Jayapura, pada Juli lalu. (PT)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment