Ekspor Papua Mengalami Penurunan, Ini Penyebabnya

By Admin 20 Feb 2020, 13:56:03 WIB EKONOMI
Ekspor Papua Mengalami Penurunan, Ini Penyebabnya

Keterangan Gambar : Bambang Wahyu Ponco Aji.


Jayapura, Potret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat ekspor Papua pada Januari 2020 mengalami penurunan cukup signifikan hingga 95,03 persen dibandingkan Desember 2019 dari 160,99 juta dolar Amerika menjadi 7,99 juta dolar Amerika. 

Demikian juga secara tahunan, mengalami penurunan signifikan. Pada Januari 2019, nilai ekspor Papua sebesar 144,8 juta dolar Amerika atau turun sekitar 94,48 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji mengatakan, penurunan disebabkan pada Januari lalu PT Freeport tidak melakukan ekspor biji tembaga lantaran produksinya minim sehingga hanya mengutamakan kebutuhan Smelter di Gresik, Jawa Timur. 

Ekspor Papua pada Januari lalu terdiri dari migas dan nonmigas masing – masing senilai 603 juta dolar Amerika dan 7,99 juta dolar Amerika. Ekspor terbesar berasal dari Pelabuhan Serui senilai 7,83 juta dolar Amerika atau 97,99 persen dari total ekspor Papua pada Januari lalu. 

“Untuk tingkat provinsi, ekspor terbesar dari Papua senilai 16,85 juta dolar Amerika. Nilai ini terdiri dari migas dan nonmigas senilai 603 dolar Amerika dan 16,85 juta dolar Amerika. Barang ekspor dari Papua dimuat di Pelabuhan di Papua sebesar 7,99 juta dolar Amerika, sedangkan sisanya sebesar 8,85 juta dolar Amerika dimuat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sisanya 0,01 juta dolar Amerika dimuat di Bandara Soekarno Hatta,” ujar Bambang. 

Bambang menyebutkan, negara tujuan ekspor Papua pada Januari 2020 Spanyol, Jepang, Filipina, Korea Selatan, India dan Tiongkok. Secara kumulatif, ekspor Papua ke enam negara utama dan negara lainnya mengalami penurunan 100 persen dan 37,17 persen dibandingkan Januari 2019. 

“Ekspor ke enam negara utama hanya memberikan andil 0,04 persen terhadap total ekspor Papua pada Januari 2020. Namun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor terbesar  adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 7,83 juta dolar Amerika berupa komoditi industri kayu lapis. Sementara ekspor ke Papua Nugini hanya 0,14 juta dolar Amerika berupa olahan tepung sebesar 0,04 juta dolar Amerika,” jelas Bambang. (Syahriah)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video