Dituding Ada Mafia, Ini Jawaban Dirut PDAM Jayapura

By Admin 23 Feb 2020, 13:11:47 WIB EKONOMI
Dituding Ada Mafia, Ini Jawaban Dirut PDAM Jayapura

Keterangan Gambar : Dirut PDAM Jayapura, H. Entis Sutisna


JAYAPURA - Direktur Utama PDAM, Jayapur, H. Entis Sutisna membantah jika pihaknya melakukan permainan distribusi air bersih di wilayah Distrik Jayapura Selatan, tepatnya di kelurahan Entrop, Hamadi dan Polimak.

Hal ini disampaikan Entis kepada awak media di Jayapura atas anggapan warga masyarakat di Dapil Jayapura Selatan dalam reses DPRD Kota Jayapura, oleh Ketua Fraksi Bhineka Tunggal Ika Syahruddin beberapa waktu lalu. Pihaknya pun membantah ada mafia air bersih di PDAM seperti yang disangkakan.

"Saya sayangkan ya, kalau disebut ada mafia air bersih di PDAM. Perlu diketahui Pengolahan air bersih di intake Sungai Entrop tidak hanya dilakukan oleh PDAM, namun ada pihak lain yang turut menggunakan air sungai tersebut, yakni PT. Bintang Mas, untuk kepentingan perusahaan air minum kemasan dan Adat oleh bapak Ondo Dawir, yang digunakan untuk melayani kompleks Jaya Asri, dan stasion pengisian tangki air. Dalam artian, satu aliran sungai dibagi tiga saluran, termasuk kami (PDAM), sehingga dengan kondisi ini, terjadi perbedaan yang sangat kontras sekali,"Kata Entis, Sabtu (22/2/2020).

Lanjutnya, bagian PDAM atas air dari sumber sungai tersebut untuk melayani 3700 konsumen wilayah Entrop dan Hamadi, sementara dua pihak lain sudah tentu dengan konsumen tidak banyak. Intinya dengan kondisi ini PDAM tidak optimal, ditambah kondisi anomali cuaca dengan cuaca panas berkepanjangan, sehingga debit air kurang.

"Dengan kondisi ini saya berharap legislatif bisa mendorong suatu kebijakan pengolahan terkait itu, karena PDAM tidak optimal melayani warga masyarakat atas kondisi tersebut," ucapnya.

Diakuinya, PDAM Jayapura sudah melakukan pertemuan dengan Walikota dan Wakil Walikota sebagai dewan pengawas atas kondisi tersebut. Dijelaskan, dalam pertemuan itu diatur waktu pakai air, semisal, untuk Adat Ondo Dawir, sebelum jam 07.00 WIT sudah ditutup, atau pihak Bintang Mas tidak menggunakan secara full. Langkah ini dinilai bisa menjadi solusi permasalahan krisis air di kalangan masyarakat. 

"Ini bisa diterapkan, namun demikian, karena lokasinya didalam hutan, tentunya pengawasannya sulit, hanya butuh kesadaran dari pihak-pihak ini. Namun jika hal ini tidak dilakukan, maka kami PDAM tidak bisa berbuat banyak, Karen pihak-pihak ini juga memiliki dasar untuk menggunakan air ini,"katanya.

Selain Entrop dan Hamadi, daerah Polimak juga mengalami keluhan yang sama, krisis air bersih, Entis menjelaskan jika wilayah Polimak diambil dari intake air Ajen Kodam XVII/Cenderawasih cukup kering. Persoalan yang terjadi adalah, adanya kebocoran di bangunan -bangunan pengumpul air, namun kondisi ini sudah diperbaiki, hanya saja kurangnya curah hujan membuat bangunan pengumpul air tersebut tidak terisi. 

"Inilah penyebab utama adanya kekurangan suplai air, baik di Entrop, Hamadi, maupun di Polimak, ditambah konsumen diwilayah-wilayah ini cukup banyak. Dengan kondisi ini, sulit bagi kita berharap pada sebut untuk jangka panjang, tambah lagi jika kondisi anomali ini terus berkepanjangan,"katanya.

Sementara, kondisi masih banyaknya mobil tangki yang lalu-lalang menjual air bersih, Entis menjelaskan jika mobil-mobil tangki tersebut bukan milik PDAM. Pihaknya telah memberhentikan penjualan air bersih menggunakan mobil tangki, atas kondisi krisis air saat ini. 

"Sejak September, stasion pengisian air bersih di Padang Bulan, PDAM Entrop, Depan PLTD Yarmok, itu sudah saya perintahkan untuk ditutup. Sementara, dua mobil tangki yang dimiliki PDAM itu digunakan untuk membantu masyarakat yang berdampak kekeringan, seperti di Hamadi, Polimak, itu kita geratiskan,"katanya. 

"Saya katakan, persoalan krisis air sekarang murni akibat cuaca, tidak ada mafia-mafia yang bermain, malah kita geratiskan air kepada masyarakat menggunakan tangki kita, jadi mohon dipahami baik kondisi ini,"pungkasnya. (min)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video