Aktivis di Luar Negeri Dinilai Jual Isu Papua Agar Bisa Foya-foya

By Admin 10 Jun 2019, 19:06:01 WIB NASIONAL
Aktivis di Luar Negeri Dinilai Jual Isu Papua Agar Bisa Foya-foya

Keterangan Gambar : Foto: wartakinidotco


Potret.Co, Jayapura - Tokoh Akademisi Universitas Cenderawasih, sekaligus Pengamat Politik Papua Marinus Yaung menyatakan bahwa aktivis yang berada di luar negeri hanya sekolompok orang munafik menjual isu merdeka untuk berfoya-foya.

"Mempublis Hoax yang menyesatkan 
 demi mendapat rupiah, untuk kasih makan diri dan keluarga. Mengkampanyekan isu politik Papua Merdeka dan berpenampilkan aktivis politik demi mendapatkan rupiah agar bisa masuk tempat pelacuran, rumah bordil, dan lainnya,” kata Marinus, Senin 10 Juni 2019.

Menurut dia, mencari rupiah dengan caraemyesatkan itu adalah pilihan hidup yang dekat dengan pintu Neraka.

“Saya ingatkan, politik itu bukan jalan untuk masuk Surga. Kalau mau masuk Surga, pergilah tempat - tempat ibadah,” ucapnya.

Marinus mengatakan soal sepak terjang perjuangan Papua Merdeka diluar negeri ini mengingatkan akan akhir kehidupan yakni syurga dan neraka bagi semua manusia. Termasuk para aktivis Papua merdeka yang memprovokasi warga hingga terus terjadi bentrok dengan aparat dan berakibat jatuhnya korban jiwa di Papua.

Menurutnya, menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk Politik, dengan jualan isu menyesatkan tanpa diimbangi dengan narasi ilmiah dan utamanya tidak dibarengi dengan ibadah kepada Tuhan dengan benar, maka neraka menjadi akhir penantian.

Ia mengatakan jualan isu Papua Merdeka pada akhirnya hanya menghadirkan Neraka di bumi Cenderawasih. Ribuan nyawa telah melayang sia - sia. Generasi muda Papua banyak yang terpapar isu Papua yang menyesatkan, hingga sedang terancam masa depannya. 

"Yang terpapar hanya sibuk bicara Politik, terlena dan tidak mengembangkan diri untuk masa depannya, dan keluarganya. Belum lagi banyaknya penderita AIDS orang asli Papua yang sedang menunggu ajal menjemput. Bahkan Beberapa aktivis isu Papua sudah meninggal dunia duluan akibat AIDS ini,"ucap Marinus.

Diakui Dosen Hubungan Internasional Uncen ini, isu Papua yang terus disuarakan elit politik, membuat rupiah banyak mengalir ke Papua, ke kantong - kantong pribadi dan keluarga para elit aktivis Papua. 

"Jumlahnya hingga trilyun, dan perlu diingat, uang menjadi akar dari segala kejahatan di Papua. Membuat iblis mengambil tempat dalam hati dan pikiran orang Papua hari ini. Demi rupiah orang asli Papua bisa saling membunuh dengan saudara sendiri. Papua tipu Papua. Elit politik berteriak lantang menolak Indonesia, tapi rupiahnya dicintai, ini lucu," katanya.

"Buktikan kalau kamu itu aktivis ideologis Papua merdeka, bukan aktivis pragmatis utk menjual isu Papua merdeka demi mengejar pundi - pundi rupiah," sambungnya geram. (Ham)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment