12 Tersangka Perusuh Saat Demo Di Jayapura Diadili

By Admin 08 Nov 2019, 04:18:47 WIB POLITIK
12 Tersangka Perusuh Saat Demo Di Jayapura Diadili

Keterangan Gambar : Sidang 12 tersangka perusuh anarkis di PN Jayapura


Potret.co, Jayapura - Sidang Kasus demonstrasi yang berujung pada aksi kerusuhan pada 29 Agustus 2019 lalu dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap 12 tersangka di Pengadilan Negeri Klas I Jayapura.

Sidang yang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Maria M.Sitanggang dan di dampingi oleh Hakim anggota Abdul gafur bungi dan Mulyawan.

Dalam Pembacaan dakwaanya, JPU menyatakan para terdakwa bersama dengan massa aksi lainya yang tidak diketahui identitasnya melakukan pengrusakan terhadap sejumlah bangunan di Kota Jayapura saat melakukan aksi dalam perjalanan menuju ke Kantor Gubernur Papua.

Terdakwa diancam Pidana dalam pasal 170 ayat (2)  ke 1  KUHP jo  Pasal 64 Ayat (1) KUHP atau diancam Pidana dalam Pasal 170 ayat (1)  KUHP jo  Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Semenatara itu, Sugeng Teguh Santoso koordinator tim advokasi untuk org asli papua mengatakan, kami akan buat esepsi pada hari rabu tanggal 13 November 2019. 

"Esepsi nanti kami sampaikan poinya bahwa perkara ini bukan perkara pidana semata. Tidak bisa menyederhanakan masalah protes mereka, kemarahan dan kegalauan mereka atas nasib bangsanya, direndahkan martabatnya itu pasti ada latar belakang yang panjang," kata Sugeng di Pengadilan Negeri Klas I Jayapura, Kamis (7/11/2019)

Dikatkan, kami akan mengungkap itu di dalam esepsi kami, Adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia, ada penindasan terhadap orang asli papua kami akan buka juga itu latar belakang yang harus di pahami oleh Pengadilan ini.

Selain itu, ada satu orang terdakwa yang lahirnya tanggal 30 Desember 2002 karna itu tidak terungkap dalam penyelidikan atas nama Imanuel Hubi.

Harusnya di perlakukan dalam UU peradilan anak dan difersi bahwa untuk tindak pidana anak yang ancamanya di bawah 7 tahun dan dia juga bukan residif tidak perna melakukan tindakan pidana sebelumnya atas adanya kekuatan tetap. Dia itu harus diserahkan kepada orang tua.

"Kita akan esepsi itu, ini juga menjadi perhatian majelis tadi. Majelis agak terkejut juga itu," ujarnya. (Surya)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment