Berani Tarik Iuran Pengambilan Ijazah, Kepsek Akan Di Copot

By Admin 25 Jan 2020, 15:17:28 WIB PENDIDIKAN
Berani Tarik Iuran Pengambilan  Ijazah, Kepsek Akan Di Copot

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Yapen Saskar Paiderouw, S.Pd, MA


Potret. co, Serui - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Yapen Saskar Paiderouw, S.Pd, MA, menghimbau kepada pihak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK agar tidak melakukan pungutan biaya kepada para orang tua murid di saat penerimaan ijasah tahun ajaran 2019-2020.

"Perlu kami tegaskan bahwa, semua terkait dengan ijasah mulai dari pengadaan sampai penulisan ijasah telah di biayai oleh pemerintah daerah maupun pusat".tegasnya saat di hubungi via telepon.Sabtu (25/1).

Pihaknya juga mengingatkan agar sekolah paham dan mengindahkan himbauan tersebut, dan memegang teguh 4 hal kaitannya dengan pungli. Yakni,  pertama, Sekolah tidak memperkenankan memungut biaya kepada orang tua siswa dalam pengambilan ijasah alasan apapun.

Kedua, biaya penulisan ijasah tahun 2019 oleh masing-masing sekolah, di bebankan pada Bantuan Operasional Sekolah ( BOS / BOSDA )  tahun 2019-2020.

Ketiga, sekolah yang sudah terlanjur memungut biaya untuk penulisan atau pengambilan ijasah, agar di kembalikan kepada orang tua siswa yang di buktikan dengan tanda terima / kwitansi dan segera melaporkan pengambilan biaya tersebut di Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Yapen.

Dan keempat, Kepala sekolah yang kedapatan melakukan pungutan biaya, akan di kenakan sanksi tegas yaitu diberhentikan dari jabatan Kepala sekolah.

"Jadi jangan terperangkap dengan soal hukum. Tidak ada pungutan. Dan ingat sanksinya tegas,"ucapnya.

Sementara, untuk persiapan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional tahun ajaran 2019-2020, dikatakan, bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat dengan pihak terkait untuk membahas semua hal terkait persipan.

"Beberapa hari kedepan, kami akan melihat persiapan ujian, agar dalam pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan baik",ucapnya.

Pihaknya juga mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak PT. PLN Persero wilayah Serui untuk menunjang amannya pasokan listrik  saat ujian berlangsung.

"Kita akan menyurati pihak PLN Serui agar dalam pelaksanaan ujian, tidak terjadinya pemadaman listrik yang mana ujian nasional ini menggunakan komputer. Jadi listrik sangat penting,"tutupnya. (Min).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment