Bank Mandiri Gandeng Resistance Cafe
Untuk Tingkatkan Penggunaan e-Money dan LinkAja

By Admin 08 Jul 2019, 08:05:01 WIB EKONOMI
Bank Mandiri Gandeng Resistance Cafe

Keterangan Gambar : Assistant Vice President Bank Mandiri, Christianto Adi Wicaksono dan Owner Resistance Café, Mariana Imelda Kabey menunjukkan kartu e-money Mandiri.


Potret.Co, Jayapura – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XII Papua terus berupaya meningkatkan penggunaan uang elektronik (e-money) dan LinkAja salah satunya dengan menggandeng Resistance Café  yang beralamat di kawasan Pasifik Permai Ruko Dok II, Kota Jayapura. 
Assistant Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region XII Papua, Christianto Adi Wicaksono mengatakan, pihaknya ingin menjadikan transaksi tunai yang masih mendominasi di Papua menjadi non tunai.
“Seperti program Bank Indonesia yaitu Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang mulai terlupakan, nah kita mau arahkan kesana. Juga kaitannya dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, karena Bank Mandiri telah ditunjuk secara resmi sebagai bank partner utama, kita akan fokuskan transaksi menggunaka e-money dan LinkAja,” jelas Christianto usai mengedukasi pengunjung Resistance Café, Sabtu (6/7/2019). 
Dia pun menjelaskan alasan memilih Resistance Café sebagai mitra dalam penggunaan uang elektronik lantaran café tersebut memiliki banyak pengunjung yang didominasi kawula muda.
“Kita lihat café ini sering dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak muda , dan kami sudah bahas sebelumnya dengan pemilik café terkait pemberlakuan transaksi non tunai di Resistance Café, beliau menanggapi positif kerjasama tersebut,” ujarnya. 
“Kedepan café ini akan menjadi tempat transaksi non tunai dari Bank Mandiri, makanya dari sekarang kami mengedukasi pengunjung Resistance Café mengenai E-Money Mandiri dan LinkAja dimana top up nya menggunakan Mandiri Online. Jadi tak hanya transaksi non tunai, pengunjung juga mendapatkan keuntungan berupa potongan harga,” lanjut Christianto. 
Kerjasama dengan Resistance Café, kata Christianto, menjadi  pilot project, kendati kerjasama selama setahun, namun programnya akan bervariasi. Pihaknya berharap program ada sebelumnya telah berjalan sampai akhir Agustus mendatang, dan akan ada program baru. 
Diakuinya, penggunaan e-money Mandiri di Papua masih sangat kecil, kendati 8000-10000 kartu telah beredar di tengah masyarakat, namun jarang digunakan oleh pemegang kartu lantaran belum memahami cara menggunakan uang elektronik. 

“Begitupun dengan penggunaan LinkAja. Kedepan seluruh produk uang elektronik bank negara atau Himpunan Bank Negara (Himbara) usernya nanti cuma satu yaitu LinkAja jauh lebih banyak pilihan merchant,  tapi permasalahannya adalah  dimana orang bisa menggunakan LinkAja. Ini yang sedang kita bangun sekarang,” ucapnya. 
Owner Resistance Café, Mariana Imelda Kabey mengungkapkan kerjasama dengan Bank Mandiri untuk transaksi non tunai sejalan dengan ciri khas café yang didominasi kawula muda atau kaum millennial. 
“Saya ingin anak-anak muda tahu bahwa tidak zaman lagi pegang uang tunai ketika bertransaksi karena transaksi bisa dilakukan hanya dengan satu kartu berupa e-money Mandiri atau melalui smartphone melalui aplikasi LinkAja. Hanya dengan jari semua transaksi di café ini bisa dilakukan,” ucap Imelda. 
Dia berharap kawula muda atau kaum millennial tak lagi membawa uang tunai, cukup dengan kartu e-money Mandiri atau LinkAja dari smartphone, karena lebih aman. (ria)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment