Amnesty Internasional Indonesia minta Aktivis KNPB dibebaskan
Praktisi Hukum : Polisi Punya hak dan berwenang menahan seseorang

By Admin 17 Jan 2019, 11:13:15 WIB DAERAH
Amnesty Internasional Indonesia minta Aktivis KNPB dibebaskan

Keterangan Gambar : Dr. Anton Raharusun, S.H, M.H


Jayapura, potret.co – Amnesty Internasional Indonesia melalui rilisnya meminta agar tiga orang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditahan kepolisian agar dibebaskan. Hal itu dinilai sah-sah saja. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kepolisian memiliki kewenangan dalam melakukan penahanan terhadap seseorang.

Penahanan dilakukan terhadap seseorang jika dikhawatirkan seseorang tersebut melakukan tindakan menghilangkan barang bukti, ingin melarikan diri, dan akan mengulangi perbuatan tindak pidana.

Demikian dikemukakan, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Papua Anthon Raharusun menanggapi permintaan Amnesty Internasional Indonesia dan tindakan kepolisian melakukan penahanan terhadap aktivis KNPB di Timika beberapa waktu lalu.

“Saya melihat urgensi penahan itu juga memang dimungkinkan untuk kepolisian. Sebab kewenangan. Itu dimungkinkan kepolisian untuk melakukan penahan, yakni kewenangan yang subjektivitas. Sehingga itu bagi saya silakan saja. Masalah ada pihak yang meminta untuk dilepaskan, maka kewengan polisi untuk melakukan itu,” ucap Anton Raharusun, di salah satu kafe di Kota Jayapura, Rabu malam.

Meskipun begitu, Anton Raharusun pihaknya meminta semua pihak dan aparat keamanan lebih bijak melihat aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Sebab, tidak semua aspirasi yang disampaikan para aktivis langsung dituding melakukan tindakan makar.

“Kita harus membangun bangsa ini lebih bermartabat dengan mengedepankan prinsip-prinsip yang dibangun bangsa ini. Kita tidak ingin aspirasi-aspirasi yang disampikan ini, dibungkam dan dipenjara. Lalu mereka dianggap mereka sebagai perlawanan terhadap negeri.” Ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa penahanan terhadap aktivis tidak serta merta dalam  menghilangkan ide untuk berekspresi tapi itu justru akan meluapkan idiologi pada setiap saat disampaikan atau pada setiap kesempatan.

Sebelumnya, kepolisian melalui Kabid Humas Polda Papua Ahmad Kamal mengatakan bahwa tiga orang anggota KNPB berinsial SA, MD, dan VG ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Mimika Timika. Namun, kini kasus tersebut sudah ditangani Polda Papua yang didampingi lima orang penasihat hukumnya, yaitu Gustaf Kawer dan rekannya.

Atas tindakan itu, Ketiga tersangka disangkakan melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara (makar) sebagaimana diatur dalam pasal 106 jo pasal 87 KUHP jo pasal 53 KUHP (primer) dan pasal 110 ayat (2) ke-2e KUHP jo pasal 88 KUHP (subsider). (ham)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment