Aktivis Soroti Dampak Perang KKB Vs TNI Polri di Nduga

By Admin 16 Mar 2019, 08:11:38 WIB DAERAH
Aktivis Soroti Dampak Perang KKB Vs TNI Polri di Nduga

Keterangan Gambar : Rilis Theo Hesegem di Kantor ALDP Jayapura


JAYAPURA - Kondisi Kabupaten Nduga  saat ini memprihatinkan atas aksi saling serang Kelompok Kriminal Bersenjata (KLB) dan pihak TNI/Polri diwilayah itu, aktivis HAM menyebut telah terjadi tragedi kemanusiaan.

Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan Dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) melihat warga sipil dan anak-anak menjadi kelompok yang paling dirugikan atas kondisi ini.

"Hasil investigasi kami sebetulnya masyarakat sipil takut dengan kedua kubu ini, baik TNI Polri atau dengan OPM, karena mereka perang menggunakan senjata,"kata Theo saat menggelar rilis di kantor Aliansi Lembaga Demokrasi Papua (ALDP)  di Padang Bulan Jayapura, Kamis (14/3/2019).

Atas kondisi ini kemudian semua warga di Kabupaten Nduga utamanya diwilayah sekitar Mapenduma mengungsi ke Kenenyam Kabupaten Nduga dan Wamena Jayawijaya. Parahnya lagi kata dia, para pengungsi ini tidak mendapatkan pelayanan yang baik oleh pemerintah daerah setempat.

"Ada sekitar 2000 pengungsi di Kenenyam Nduga, ada pula yang ke Wamena, Lanny Jaya, dan Timika, ada pula yang memilih masuk Hutan dan Gua," kata Theo.

Dikatakan,  jika sejak perang terjadi awal atas pembantaian para pekerja jembatan Jalan Trans Papua diwilayah ini, hingga sekarang korban terus berjatuhan, dari pihak TNI /Polri maupun KKB, dan sangat disayangkan jika warga sipil turut menjadi korban atas itu.

"Korban dari masyarakat sipil yang disayangkan, sekarang mereka harus mengungsi kedaerah aman, sementara Pemerintah daerah belum maksimal melihat kondisi mereka," katanya.

Terlebih adalah kondisi para anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah. Dengan konflik yang terjadi, maka pendidikan bagian ratusan anak diwilayah itu terganggu.

"Disana sesuai data kami ada 637 anak, dari SD, SMP, dan SMA, yang mengungsi ke Kenenyam dan di Wamena. Sementara gurunya ada 81 orang termasuk relawan yang mengajar anak-anak di sekolah darurat di Wamena. Mereka ini sebagian sudah akan ujian, sementara kondisi disana demikian, sehingga perlu perhatian serius berbagai pihak,"jelasnya.

Dirinya juga meminta pihak TNI Polri maupun OPM/ KKB untuk memberikan ruang agar pihaknya melakukan investigasi atas beberapa tudingan yang disebutkan kedua belah pihak saling melepar Hoax.

"Bagi kami penggiat HAM dan LSM,  kedua laporan baik TNI maupun dari OPM/KKB tidak bisa dipercaya, jadi untuk farid kami harus melakukan investigasi kedalaman, dan harus diberikan ruang oleh kedua belah pihak,"ucapnya.


Sementara, Luis Madal pihak Majelis Rakyat Papua (MRP) meminta Presiden Joko Widodo untuk menarik pasukan di wilayah itu. Menurutnya,  dengan keberadaan pasukan di Nduga akan membuat trauma berkepanjangan bagi rakyat.

"Masyarakat dulu hidup tenang dan damai, namun sekarang dengan kondisi ini masyarakat seolah dipaksa keluar dari kampungnya sendiri. Jadi saya pikir tarik pasukan dari sana,"katanya.
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment