Aduan Pelanggaran HAM di Papua Tahun Ini didominasi Kelompok Perusuh

By Admin 11 Des 2019, 11:24:38 WIB POLITIK
Aduan Pelanggaran HAM di Papua Tahun Ini didominasi Kelompok Perusuh

Keterangan Gambar : Frits Ramandey saat medorator workshop Peringatan 71 tahun hari HAM, di Salah satu Hotel di Abepura, Selasa 10 Desember 2019. (Foto: Asham)


Potret.Co, Jayapura - Berdasarkan data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua mengaku aduan pelanggaran HAM terjadi di Papua sepanjang tahun 2019 didominasi oleh kelompok yang bergerak secara massa kemudian bertindak anarkis.

 

“Tahun ini dalam konteks papua itu justru dilakukan kelompok yang melakukan tindakan- tindakan itu secara massal 47 persen. Jadi kelompok - kelompok yang melakukan pengrusakan itu 47 persen,” kata Frits Ramandey di sela-sela workshop Peringatan 71 tahun hari HAM, di Salah satu Hotel di Abepura, Selasa siang.

 

Menurut Frits, aduan pelanggaran HAM berikutnya di tempati institusi kepolisian, lalu pemerintah daerah, kemudian TNI  dan individu. Ia juga uga menyatakan aduan pelanggaran HAM untuk tahun 2019 mengalami peningkatan signifikan. 

 

“Konteks papua 2019 itu terjadi peningkatan pengaduan yang luar biasa. Ada 154 pengaduan yang menggambarkan tentang bagaimana meningkatnya situasi Ham di Papua yang cukup memprihatinkan,” kata Frits.

 

Berdasarkan tema - tema yang dilanggar itu hak hidup mendapat peringkat paling tertinggi, lalu hak atas pendidikan peringkat ke dua. Lalu peringkat ketiga itu para tersangka.

 

Untuk isu rasis, dari hasil kajian Komnas Ham, hasil pemantaun Komnas HAM terjadi di beberapa di wilayah - wilayah yang terjadi konflik terhadap isu rasis. Di Jayapura, Wamena, Sorong Manokwari, Deiyai, Fakfak, Surabaya, Bali, Manado, Makassar dan Kupang.

 

“Pemantaun ini kita lakukan berdasarkan wilayah yang terjadi ekskalasi.  Kita lihat ada potensi, kalau ini tidak segera direkonsiliasi itu berpotensi terjadi dikemudian hari,” tambahnya. (Surya/Ash)

 




Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video