Ada 20 Laporan Sengketa Tanah di Muara Tami Sejak Jembatan Youtefa Diresmikan

By Admin 14 Jul 2020, 19:44:39 WIB HUKUM
Ada 20 Laporan Sengketa Tanah di Muara Tami Sejak Jembatan Youtefa Diresmikan

Keterangan Gambar : Suasana di Jalan Protokol Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Foto: Mas



Jayapura, Potret.co – Kepolisian Sektor Muara Tami telah menerima  20 laporan kasus sengketa tanah di wilayahnya hingga Juli 2020. Puluhan laporan ini masuk beberapa hari semenjak diresmikannya Jembatan Youtefa oleh Presiden Joko Widodo, 28 Oktober 2019 lalu.


“Banyak kasus (tanah), sekitar 20-an laporan kasus kami terima sejak bulan November 2019 sampai Juli 2020,” ungkap Kapolsek Muara Tami, AKP Jubelina Wally kepada wartawan usai penyerahan 240 sertifikat tanah oleh BPN Kota Jayapura di Kantor Kelurahan Koya Barat, Senin (13/7/2020).


Menurut Jubelina, rata-rata laporan kasus tanah yang diterimanya adalah masalah sertifikat tanah di atas sertifikat. “Kasusnya sertifikat di atas sertifikat,” terangnya menjawab pertanyaan wartawan seputar kasus sengketa tanah yang terjadi di Muara Tami yang digadang-gadang bakal menjadi kota baru di wilayah Kota Jayapura. 


Dia mencontohkan salah satu kasus tanah yang terjadi di wilayah Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami. “Ada salah satu kasus, Pos Hol, kasus nyata yah. Lokasi tanah ini yang mau kita bangun Pos Polisi,” beber Jubelina.


Jubelina berharap persoalan tanah di Muara Tami dapat lebih tertib dengan adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh wilayah yang didengungkan Pemerintah Pusat. 


Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jayapura, Roy Wayoi mengatakan akan memetakan kembali tanah di Distrik Muara Tami, khususnya di wilayah Koya. Hal ini dilakukan untuk indikasi tumpah tindih kepemilikan tanah di wilayah ini.


“Pada prinsipnya secara teknis sertifikat di atas sertifikat tidak ada di kami. Kalau kekeliruan terjadi karena ketidakakuratan peta manual bisa. Sekarang kita mengubah ke dalam peta digital dengan harapan bisa diketahui tanah-tanah bersertifikat maupun indikasi tumpah tindih,” ujarnya. 


Roy mengaku telah mendapati adanya bidang tanah di Koya, namun pembuatan sertifikat di luar Kota Jayapura. “Kita berkomunikasi dengan pak lurah dan pak kepala distrik untuk mendata bidangan-bidangan sesuai dengan sertifikatnya, kalau sudah terlanjur dimediasi dan disepakati,” katanya. 


Sejauh ini, BPN Kota Jayapura telah menyerahkan 240 sertifikat tanah kepada warga Koya Barat, Distrik Muara Tami, Senin 13 Juli 2020.  Penyerahan sertifikat disaksikan Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura N Rahmat dan Kapolsek Muara Tami AKP Jubelina Wally. 


Sekadar diketahui, Jembatan Youtefa yang dibangun selama empat tahun telah dengan menghabiskan anggaran Rp 1,8 trilun telah menjadi urat nadi perekonomian warga di wilayah Distrik Muara Tami.

Jembatan yang menghubungkan Distrik Muara Tami dan Distrik Jayapura Selatan juga diyakini mengatasi kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Bahkan, banyak warga Kota Jayapura melirik Muara Tami sebagai tempat hunian baru hingga menyebabkan harga tanah di wilayah tersebut merangkak naik dua kali lipat. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video