13 Tahun Menunggu, 2 Kelas SD Perea Akhirnya Direhab

By Admin 18 Des 2019, 21:01:44 WIB PENDIDIKAN
13 Tahun Menunggu, 2 Kelas SD Perea Akhirnya Direhab

Keterangan Gambar : Terlihat dua Kelas SD Negeri Perea yang sedang di lakukan pengrehapan (foto: Herman)


Potret.co - Serui, Sebanyak 2 kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri Perea Kampung Perea Distrik Kepulauan Ambai akhirnya direhab pemerintah setelah menunggu 13 tahun lamanya.

 

Rehab itu sendiri berawal dari kunjungan Bupati Kabupaten Yapen Tonny Tesar di mana melihat  secara langsung kondisi dari Sekolah SD Negeri Perea Kampung Perea Distrik Kepulauan Ambai beberapa waktu lalu, akhirnya terjawab dimana Pemerintah Daerah melalui Dinas P&K Yapen, telah memberikan bantuan untuk melakukan renovasi beberapa ruang kelas.

 

Saat dimintai tanggapannya oleh media yang melihat secara langsung proses pekerjaan dua ruang kelas SD Perea ini, Selasa (17/12), Pithein Ayeri selaku Kepala Kampung Perea menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Yapen Tonny Tesar yang sangat peduli akan Pendidikan khususnya di Kampung Perea. 

 

"Bupati turun langsung melihat sekolah yang sudah sangat rusak ini dan langsung ambil keputusan agar dapat direhab dua ruang kelas terlebih dahulu," ucap Pithein tersebut.

 

Ia tambahkan, pergerakan cepat oleh Bupati sangat baik sekali dan itulah yang dikatakan sebagai seorang pemimpin daerah. "beliau ( Bupati ) sangat menginginkan agar kampung dan sekolah ini bisa lebih maju lagi serta berkembang".

 

Sementara itu Yonatan Ayeri SD Negeri Perea ungkapkan bahwa, sekolah ini berdiri dari Tahun 2003 namun hingga saat rusak baru pertama kali dilakukan pengrehapan. "akhirnya Sekolah ini bisa direhab dengan waktu pekerjaan kurang lebih tiga minggu, ini semua karena kepedulian bapak bupati yapen kita".

 

Ia tambahkan, selain dua ruang kelas yaitu untuk kelas 1 dan 2 adapula pengrehapan bagunan Kantor Sekolah Dasar Perea, sedangkan untuk ruang kelas 4 hingga kelas 6 masih menggunakan bangunan lama dengan berdasarkan lantai tanah tanpa adanya jendela, pintu, plafon bahkan kondisi ruangan sendiri sangat memprihatinkan. "anak-anak kelas 4 sampai 6 masih gunakan kelas lama, tapi instruksi dari bupati yang mana tahun depan akan direhab juga".

 

Untuk jumlah guru sendiri, Yonatan katakan sekolah ini mempunyai 4 guru dengan status 2 guru PNS dan 2 guru honor. (eman)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment