Hari Amal Bakti ke 74, Ini 6 Mandat Menteri Agama RI

By Admin 03 Jan 2020, 19:42:06 WIB RAGAM
 Hari Amal Bakti ke 74, Ini 6 Mandat Menteri Agama RI

Keterangan Gambar : Assisten II Setda Kabupaten Kepulauan Yapen Gokman Simbolon saat memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti Ke 74 Tahun (Foto: Eman)


Potret.co, Serui - Pemkab Kepulauan Yapen memperingati Hari Amal Bakti ke 74 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Yapen, Jumat (3/1). 


 

Assisten II Setda Yapen Gokman Simbolon selaku pimpinan upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI Fachrul Razi. Dalam amanatnya, Undang-undang Dasar Republik Indonesia Pasal 29 menegaskan, "Negara berdasar atas Keutuhan Yang Maha Esa" dan "Negara menjamin Kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". 

 

"Sangat jelas dengan UU pasal 29, dalam Negara Pancasila siapapun dengan alasan apapun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti agama," ucap Gokman Simbolon.

 

Gokman dalam amanat tegaskan pula bahwa, penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak bisa dipisahkan bahkan dipertentangkan namun harus dalam satu kotak guna penguatan identitas keagamaan. 

 

"Kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain," 

 

Dalam kesempatan ini juga, Menteri Agama dalam amanatnya menyampaikan 6 hal penting untuk diperhatikan kepada para jajaran Kementerian Agama yaitu,

 

Pertama, pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi Kementerian dalam konteks relasi Agama dan Negara.

 

Selanjutnya, jaga idealisme, kejujuran, integritas, dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan sesuai tindakan dengan sumpah jabatan.

 

Kemudian, tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan.

 

Poin lain, perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan segenap elemen masyarakat.

 

Selanjutnya, rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak Bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan.

 

Terkahir, implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah, dan perguruan tinggi keagamaan.

 

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Yapen Adolina Wopi ungkapkan terkait dengan kerukunan umat beragama di Kabupaten Yapen, ia melihat sangat baik sekali dengan bukti nyata, masyarakat saling menghargai satu sama lain.

 

"umat beragama di Yapen sangat luar biasa, kerukunan yang terbangun dari masyarakat tanpa saling membedakan satu sama lain," tandasnya.

 

Untuk itu ia berharap, apa yang selama ini terjalin kerukunan dengan baik dapat terus terjaga serta jika adanya terjadi perselisihan, di harapkan dapat diselesaikan secara baik tanpa harus adanya keributan besar.

 

Selain dilakukan upacara, kegiatan yang dihadiri oleh para pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Yapen serta beberapa tamu undangan lainnya, dilanjutkan dengan perayaan Natal bersama. (Eman/Min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment