Adat Rumah Besar Menampung Aspirasi dan Tempat Penyelesaian Sengketa

By Admin 01 Des 2019, 18:46:30 WIB POLITIK
 Adat Rumah Besar Menampung Aspirasi  dan Tempat Penyelesaian Sengketa

Keterangan Gambar : Kapolres Kabupaten Yapen AKBP Kariawan Barus dan Dandim 1709/YAWA Letkol Inf. Leon Pangaribuan saat menggunting pita pada papan nama Kantor Dewan Adat Yapen


Potret.co, Serui - Wellem Zaman Bonai Ketua I Dewan Adat  Papua menyatakan kehadiran adat di tengah masyarakat untuk menampung semua aspirasi. Selain itu, adat hadir untuk memberikan solusi permasalahan yang timbul di masyarakat.

 

Demikian dikatakan Ketua Dewan Adat Papua usai melakukan pengguntingan pita papan nama Kantor Dewan Adat Yapen, Minggu (1/12).

 

"Teriakan reformasi banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia yang ingin minta merdeka karena dianggap perlakuan tidak adil diberikan, dan dari itu semua maka dilakukanlah berbagai pendekatan dan salah satunya bagi Papua adalah dibantu Presiden RI dalam melaksanakan konferensi besar ke II Masyarakat Adat Papua dan juga ada pemberian OTSUS,” ucapnya.

 

Ia meminta agar semua elemen masyarakat terlebih bagi para orang asli papua, agar dapat terus saling menyayangi dalam menyelesaikan persoalan bukan saling membantai. 

 

“Jangan adanya hal yang dapat merusak persaudaraan kita yang selama ini telah terjalin dengan baik," ucapnya.

 

Selaku Ketua I Dewan Adat Papua, diungkapkan dua permasalahan yang hingga saat ini masih terus terjadi yaitu permasalahan kesejahteraan dan permasalahan Identitas pengakuan terhadap diri. 

 

Ia menjelaskan sampaikan dana OTSUS yang diberikan belum bisa menjawab semua permasalahan yang ada. 

 

“Saat ini dana-dana di kampung sudah ada tapi belum bisa menjawab semua itu, itu karena identitas tersebut diri dan bagian itu karena identitas belum ada jelas pada diri," ucapnya.

 

Selain itu dijelaskan pula Dewan Adat Papua merupakan rumah besar yang semua orang datang untuk membawa berbagai aspirasi yang ada dan jika di kumpul ada yang berteriak papua merdeka, berteriak otsus serta hal - hal lain.

 

 "Tugas dari Dewan Adat adalah jangan bikin sampai berkelahi, duduk bicara yang baik guna mencari jalan keluar yang baik  untuk di selesaikan semuanya, Ingat Dewan Adat tidak mengurus kemerdekaan, Dewan Adat menampung seluruh masyarakat untuk menampung seluruh aspirasi agar dapat terus sehat, pintar dan segalanya,” tegasnya.

 

Sementara itu Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen AKBP Kariawan Barus dalam arahan singkatnya tegaskan dengan dibukanya selubung papan nama ini, maka ini merupakan kewajiban TNI/Polri juga semua elemen untuk bagaimana dapat membangun masyarakat kedepan baik secara lahir dan batin. 

 

"Kalau kita bicara adat maka kita harus terima semuanya baik gereja maupun agama, begitupun perubahan harus di terima tapi tidak meninggalkan identitas kita sebagai orang asli dan itu harus di lihat jangan sampai lupa siapa kita," tandas Kapolres.

 

Selain itu, dalam proses kadang adil menurut hukum tapi belum adil menurut adat, di sini ada Kamar Adat Pengusaha Papua maka di sini ada tempat untuk menyelesaikan berbagai masalah. Kita kembali dengan komunikasi karena rumah adat kita ada, namun dari semua itu mempunyai satu visi misi kedepan yaitu menciptakan keamanan dan nyaman di masyarakat.

 

Hal senada juga di lontarkan oleh Dandim 1709/YAWA Letkol Inf.Leon Pangiribuan yang sangat berharap kedepan identitas diri OAP bisa semakin baik lagi untuk tidak adanya terjadi perbedaan. 

 

"satu permasalahan yang harus kita selesaikan adalah kita sebagai anak papua asli tidak bersatu, itu salah satu masalah kita,” tuturnya.

 

Dengan itu Dandim berpesan tanah di Papua ini jangan mudah cepat di jual, jadikanlah untuk keperluan kedepan untuk keluarga demi penerus emas anak papua.

 

Kegiatan yang di hadiri oleh 7 suku di Yapen dan Pilar-pilar Dewan Adat di Yapen serta tamu undangan lainnya, di lakukan pula Ibadah syukur perlindungan Tuhan terhadap Masyarakat Adat Daerah II Saireri sepanjang Tahun 2019. (eman/ash)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment